motor listrik AC 1 phasa dengan kapasitor dan cara membalik putarannya

 

Lama gak nulis blog, akhirnya pengen nulis lagi..kali ini hanya sebagai pengingat bagi ane sendiri dan syukur – syukur bermanfaat bagi orang lain. Ane cuma pengen nulis tentang bagaimana cara membalik putaran motor listrik AC 1 phasa. Mungkin udah banyak yg bahas di internet, tapi ane pengen nulis aja biar tambah banyak lagi yang mbahas.he..he.

Pada prakteknya sehari – hari kita membolak – balik steker listrik tetapi putaran motor listrik tetap saja tidak berubah arah putarannya. Beda sama motor listrik 3 phasa kalo di tukar sumbernya 2 phasa aja uda bisa berbalik arah tuh putarannya. Kalo motor listrik AC 1 phasa terdapat 2 jenis kumparan didalamnya yaitu kumparan utama dan kumparan bantu serta ada kapasitor. Menurut yang pernah saya baca, kumparan utama memakai penampang kawat lebih besar sehingga impedansinya lebih kecil dan kumparan bantu memakai kumparan dengan penampang kecil dan jumlah lilitannya lebih banyak sehingga impedansinya lebih besar. Sedangkan kapasitor berfungsi untuk menggeser phasa sehingga terjadi beda phasa antara kumparan utama dan kumparan bantu.

Sekarang ane mau membicarakan bagaimana cara membalik putaran motor listrik 1 phasa dengan kapasitor. Untuk membuat putaran ke kiri (ccw) kondensator ( C ) dihubungkan ke terminal A1 dan B2 dan terminal B1 dihubungkan dengan terminal A2.
Untuk membuat Putaran ke kanan (cw) kapasitor ( C ) dihubungkan ke terminal B1 dan A1 dan terminal B2 dihubungkan dengan terminal A1. Kira – kira begini gambar skemanya..gambar pertama untuk putaran searah jarum jam dan gambar kedua untuk yang berlawanan arah jarum jam…

 

Image

SKEMA MOTOR AC 1 PHASA

Terus skema kontrolnya kira – kira begini…masalah proses sistem kontrolnya monggo dibikin sendiri suka – suka sampean…saya cuma membuat di line powenya aja….

Image

Cukup sekian tulisan ane, kalo ada yang salah mohon dikoreksi ya…ini cuma sebagai pengingat bagi saya aja biar ga gampang lupa..he..he…semoga bermanfaat

 

 

Bendera lusuh di Jaman merdeka, simbol mulai lunturnya cinta tanah air dan bangsa

Sebentar lagi 17 agustus 2013, 68 tahun sudah kita merdeka…..terimakasih pahlawan yang telah gugur mendahului kita demi merebut kemerdekaan….sudahkah kita mengisi kemerdekaan dengan hal yang bermanfaat untuk mengisi kemerdekaan ini??? terus terang kalo ane kayaknya belum bisa mengisi kemerdekaan ini dengan hal – hal yang dapat membangun negara Indonesia tercinta ini….membangun rumah aja masih keteteran..ha..ha…ane belum bisa memberikan apa – apa kepada negara Indonesia ini…..padahal negara sudah memberikan banyak kepada ane. Negara sudah memberikan ketenangan, kenyamanan, kebebasan dalam menjalankan ibadah dan menjalankan aktifitas, memberikan insfrastruktur yang cukup kepada kita semua….walo kadang terdengar nada sumbang korupsi ditengah langkah pembangunan yang rancak…..mungkin ini adalah bagian sejarah dan lika – liku negara kita. Walo sebenernya ane dan semua rakyat ga rela dana pembangunan di korupsi….

Dari hari ke hari ane merasakan rasa cinta tanah air dan bangsa mulai meluntur juga di lingkungan masyarakat…..entah ini perasaanku aja ato emang benar adanya…..entah ini disebabkan oleh kemiskinan rakyat ato memang besarnya pengaruh demokrasi bebas tanpa batas????ato kurangnya kontrol pemerintah dalam menanamkan cinta tanah air dan bangsa????ato saking sibuknya masyarakat kita mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian sehingga lupa mencintai tanah air dan bangsanya????yang pasti entahlah…..tanya rumput yang bergoyang…..

1.Suatu ketika ane berjalan di dekat hutan di kampung ane….dari kejauhan ada orang memikul balok kayu, setelah dekat ternyata tetangga ane tuh….ane sapa dan kemudian orang itu berhenti untuk istirahat….ane tanya, kayu dari mana???dia bilang dari hutan yang setau ane itu hutan yang kayunya milik negara dan dipastikan kayu itu adalah curian….contoh diatas mencerminkan rakyat Indonesia yang ga ada kerjaan akhirnya nyolong kayu di hutan untuk bertahan hidup…entah tetangga ane pencuri kayu itu cinta negara indonesia ato enggak kok sampe merusak hutan???ane berprasangka baik aja, dia pasti memiliki rasa memiliki hutan yang sangat tinggi sehingga kayunya diambil karena uda dianggap milik sendiri.ha…ha…ha.

2.Pejabat negara banyak yang korupsi….silakan dijabarkan sendiri…ane males membicarakan ini….mereka juga mempunyai rasa cinta yang sangat tinggi terhadap negara ini sehingga kekayaan negara harus dimiliki karena sudah dianggap milik sendiri juga.ha…haa..ha…tapi menurut ane itu bukan cinta tanah air dan bangsa…tapi merusak bangsa

3.Terlenanya rakyat Indonesia dengan modernisasi dan kesibukan mencari penghidupanmembuat kita lupa pada jasa – jasa pahlawan dan nilai kemerdekaan….ini sungguh ironis dan terjadi di deket ane…..sampe ane mau nangis melihatnya….begini ceritanya….Beberapa hari kemarin pak RT menginstruksikan memasang bendera merah putih untuk menyambut 17 agustus kepada warganya….semua warga memasang bendera, tetapi ada satu pemandangan yang janggal….ada seorang bapak memasang bendera yang kusut dan lusuh serta bau….kelihatannya bendera ini ga dilipat dalam menyimpannya…tetapi ditaruh kaya baju kotor…ane ga berani komentar didepannya, takut dia tersinggung dan marah…..ane cuma memandang aja. Setelah bapak itu pergi ane foto bendera itu….tapi langsung ane hapus, malu ane kalo sampe warga negara lain ada yang liat….malu ane…miris hati ane….salah satu lambang negara merdeka kok kusut????emang ini jaman perang yang benderanya dipasang diujung bambu runcing sehingga kusut begitu???? tapi ane berprasangka baik lagi, mungkin bapak ini lagi sibuk ngurusi usahanya, ato sibuk update status facebook ato juga ga punya uang untuk membeli ato membawa benderanya ke laundry karena uangnya habis buat beli paket internet buat update status facebook ya????he..he…beli paket internet mampu, beli ato nyuci bendera ga mampu…..ato mungkin bapak ini ga pernah diajari menghargai bendera merah putih sebagai simbol menghargai jasa pahlawannya ya???? kalo jaman orde baru pasti bapak ini langsung di tempeleng sama tentara kalo ketahuan bendera yang dikibarkan kusut he..he….kalo jaman sekarang tentara ga boleh nempeleng rakyat sipil karena melanggar HAM….Akan tetapi saya ga menyalahkan bapak itu…mungkin dia ga tau karena jaman reformasi ini sangat jarang ane mendengar sosialisasi cinta tanah air dan bangsa….negara disibukkan membangun ekonomi dan memberantas korupsi serta mengentaskan kemiskinan. ato mungkin ada kesibukan lain yang memaksa para pemimpin lupa terhadap permasalahan dasar ini….permasalan cinta tanah air dan bangsa….agar negara tidak tergadaikan alias terjajah kembali oleh penjajahan sistem modern…….

……..kalo dulu ada namanya penataran P4 ketika masuk sekolah yang sedikit banyak akan menambah  wawasan kebangsaan yang akan menambah cinta terhadap tanah air dan bangsa….kalo sekarang sibuk dengan MOS dengan atribut compang – camping kaya wong edan yang isinya cuma perploncoan. Bahkan kalo sampean searching di googe dengan kata kunci “kegiatan MOS” maka akan banyak berita yang ga baik menyangkut MOS dan bahkan sampe ada yang meninggal gara – gara MOS… menurut saya MOS harusnya diisi dengan kegiatan – kegiatan yang bermannfaat dengan menggunakan baju yang layak selayaknya orang normal…bukan compang – camping seperti wong edan dan menggunakan atribut aneh seperti orang yang ga normal….salah satu kegiatan bermanfaat yang bisa membangkitkan rasa nasionalisme dengan normal adalah menambah wawasan kebangsaan, menghargai jasa pahlawan , menghormati lamabang negara , mempelajari kaidah – kaidah mengisi kemerdekaan dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 45, memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa. Bukannya kegiatan – kegiatan aneh, dengan pakaian aneh, perploncoan yang nggak manusiawi yang akan mengakibatkan dendam yang akan dilampiaskan pada juniornya kelak yang pastinya ga akan membuat generasi yang akan datang tambah cinta tanah air dan bangsa…yang ada, akan menjadikan generasi yang akan datang adalah generasi cuek terhadap bangsa dan negara, generasi compang – camping seperti pakaian MOS, generasi pendendam dan generasi bebas tanpa batas seperti yang sudah mulai terasa akhir – akhir ini……ayolah para pemangku amanah….rubahlah kondisi bangsa yang rakyatnya cuek terhadap tanah airnya dengan pikiran yang jernih dan dengan kekuasaanmu….Bangkitkanlah rasa cinta tanah air dan bangsa agar jadi pondasi yang kokoh untuk pembangunan bangsa Indonesia di masa depan. Amiiii….iiii….n.

KWH METER

KWH METER

Iseng – iseng baca berita akhirnya nyasar di http://finance.detik.com/read/2013/07/28/173222/2316724/1034/sambut-lebaran-pln-gratiskan-biaya-tambah-daya-listrik, kebetulanane lagi pengen tambah daya biar mesin las ane bisa beroperasi dengan lancar tanpa trip MCB. Maklum selama ini masih pake 1300 VA dan mesin las ane inverter 900 watt ( tertulis di dus nya ) dan ternyata kalo di stel arus maximum ga mampu masbro, trip terus MCB nya kalo dipake nge jozz agak lama.

Berhubung sesekali ane butuh mesin las untuk menunjang kerjaan ( gak terlalu sering sih make mesin las terlalu lama, kebanyakan cuma sekedar bikin titik ato nyambung besi doank he..he) ane berniat tambah daya aja mumpung gratis…ketimbang ane nyolong listrik kan dosa….ya to masbro???? Sebelumnya ane tanya ke temen – temen dari PLN minta pertimbangan, gimana nanti biaya per kWh nya???ternyata cuma beda sekitar 100 rupiah doank per kWh nya( untuk lebih jelasnya tentang tarif listrik buka aja di www.pln.co.id ).

Akhirnya ane bulatkan tekat untuk tambah daya lewat telpon 123. sukses ngobrol – ngobrol dengan cewek kostumer servicenya buat minta tambah daya ane disuruh milih dari 1300 VA ke 2200 VA ato 3500 VA…ane pilih 2200 VA ( tambah daya gratis maksimal 3500 VA ). Ternyata gak gratis masbro….sik to kang,,,,piye to jare judule gratis kok plin – plan jadi gak gratis????ojo kesikut eh kersusu sik to,,begini ceritanya….ternyata ane disuruh nyiapkan materai 6000 rupiah dan 2 lembar foto copy KTP, kemudian disuruh bayar pulsa perdana antara 5000 rupiah sampai 1 juta rupah…..ane pilih pulsa 20 ribu rupiah aja…he…he…jadi pulsa ini sebagai syarat aja dan diakumulasikan dengan pulsa kita yang lama masbro….jadi ane harus keluar uang 7 ribu untuk matrei, 1000 photo kopi ktp dan 20 ribu pulsa….jadi kalo ditotal ya 28 ribu rupiah….ga gratis jebule…he…he

demikianlah….besok setelah bayar 20 ribu di kantor pos baru konfirmasi setelah itu tinggal tunggu antara 1 minggu sampai 40 hari ( tergantung kondisi jaringan dan trafo distribusi)….ok…lah kita tunggu pemasangan tambah dayanya…ntar ane tulis lagi kalo uda dipasang jadi 2200 VA…

Fenomena lunturnya idealisme mahasiswa ketika memasuki dunia kerja

Well…seperti judul diatas kayaknya uda jamak terjadi lunturnya idealisme mahasiswa ketika sudah didunia kerja….seperti kita tahu bahwa mahasiswa itu idealismenya sangat tinggi ketika masih duduk di bangku kuliah ( walo ane ga penah makan bangku kuliahan…sok-sok tau ajalah…ha…ha ). waktu masih kuliah semua yang dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahannya harus se ilmiah mungkin dan sebisa mungkin mendekati teori yang ada, ketika ada yang melenceng dari teori pasti ditentang habis – habisan…istilahe wong jowo wani bacokan..ha..ha..tetapi ini akan berbalik 180 derajat ketika bekerja…mereka begitu manut dan nurut apa kata atasan ato bos walo ga sesuai dengan teory yang mereka dapat di bangku kuliah. Ini kenapa????fenomena unik macam ini banyak terjadi lo di dunia kerja…. ini ane ambil contoh dibidang teknik aja lah…kebetulan ini kejadian nyata di bidang teknik soalnya…..begini ilustrasinya

Di suatu perusahaan persewaan dan perawatan mobil, Suatu ketika seorang enginer lulusan sarjana teknik mesin disuruh atasannya agar mobil bensin 4 langkah yang ada di workshop agar dilakukan percobaan dikasih bensin campur oli seperti layaknya mesin 2 tak. Alasannya dia mendapat perintah dari seorang pemilik modal perusahaan ini agar mesin mobilnya lebih dingin sehingga hemat bahan bakar. Padahal menurut ane yang ga pernah makan bangku kuliah, kalo motor 4 tak dikasih bensin campur oli akan mengakibatkan kerak yang tebal di ruang bakar karena pembakaran tidak sempurna yang pada akhirnya akan merusak ring seker dan lama – lama bisa macet sekernya, belum lagi sitting klep akan terganjal sama kerak dan kompresi bocor. Belum lagi masalah lingkungan hidup, kan asapnya motor 2 tak begitu tebal n ga lolos uji emisi…lha trus gimana sikap si enginer tersebut????mesin 4 tak di tambah oli di bensinnya layaknya mesin 2 tak???? lha lucunya tanpa ada pertanyaan secara teoritis ato argumen berdasarkan teory si enginer tersebut melaksanakan aja perintah bosnya ini….padahal dia tahu kalo mesin 4 tak ga boleh ditambah oli pada bahan bakarnya dan jelas menyalahi teory yang dia dapat di sekolah dulu, kecuali teorinya udah diganti ato ada treatment khusus tingkat tinggi pada BBM campur oli tersebut…..kemudian ane tanya si enginer tersebut….kok nggak bantah ato berargumen sesuai dengan ilmu yang sampean dapat to kang???? si engineer jawab nya enteng aja “ ketimbang ane dipecat sama bos kang, bisa ga makan anak istriku” repot urusan duit, dapur n perut kang.

Dari ilustrasi diatas ane cukup mengerti apa yang dirasakan sama enginer tetangga ane tersebut….ketika masih sekolah harus idealis karena ga ada yang mecat kalo memang sesuai dengan teory, malah bisa – bisa nilai tambah bagus kalo bisa mempertahankan argumen sesuai dengan teory….lha terus kalo di dunia kerja mau mempertahankan argumen begitu ya bisa – bisa dipecat ato seenggaknya dipindah tempat yang jauh dari rumah ato turun jabatan..ha..ha…lha musuhe atasan n pemilik modal jeeeee….eeee..ha..ha. Walo akhirnya argumennya benarpun biasanya sekelas enginer ga berani menentang atasan ato pemilik modal. Masa demi idealisme mengorbankan pekerjaan…ha..ha..mustajab eh …mustahil bro…ngaplo bin ndoweh anak bojone ga mangan…he..he

fenomena seperti ini lah yang yang ane maksud itu, ga cuma dibidang teknik doank…di bidang apasaja kayaknya ane liat begitu juga. Cuma ane ga bisa menceritakan karena ga ada contoh ato cerita yang langsung ane dengar…kemana idealisme kalian hai para mantan mahasiswa yang sudah masuk ke dunia kerja??????? matikah idealisme kalian???? untung ane ga pernah makan bagku kuliahan dan ga punya atasan ya enjoy aja….terserah ane…masih gampang ngurusi genset rusak ketimbang ngurusi masalah sosial seperti kasus diatas….urusannya duit dan dapur ngebul jeeee….eee..susah.

Jadi intinya ga perlu idealisme ketika menghadapi bos????? kalo menurut ane harus dipertahankan idealisme yang benar, kalo bukan kalian mantan mahasiswa yang mengerti teori yang benar…siapa lagi yang akan menegakkan idealisme???? masak ane tukang service genset ini yang mau berargumen tentang teory….ha…ha…ha…yo diguyu menthok sak minthine kang….pokoe intinya buruh ga bisa lawan mandhor atopun bos…ga ilok kata mbah – mbah…apes nasibmu le.ha..ha…monggo kalo ada cerita serupa ato argumen bisa di share di kolom komentar jangan malu-malu….

update :

Ada lagi cerita dibidang teknik listrik…..Suatu ketika seorang engineer listrik disuruh menghitung rekapitulasi instalasi listrik suatu gedung….ketemu suatu hitungan bahwa pemakaian daya sekian kilo Watt harus menggunakan standart kabel tembaga ukuran minimal 6 mm….karena sama alasaan keuntungan perusahaan mepet kalo menggunakan kabel tembaga 6 mm, maka disuruhlah si engineer merubah data yang ada sehingga ditemukan ukuran 4 mm…dengan sedikit argument bahwa ga mungkin semua peralatan menyala bersamaan….sehingga 4 mm aja cukup…..mau ga mau si engineer menuruti apa kata bosnya….padahal kalo sampe peralatan menyala semua apa ga panas dan akhirnya menyebabkan konslet?????

kasus diatas sangat lumrah terjadi di sekitar kita….ini fenomena uang mengalahkan idealisme……untung rumah ane instalasinya ane pasang sendiri dengan memperhitungkan kaidah ilmu kelistrikan yang pernah ane dapat di STM dulu…..kalo kejadiannya begitu, ngapain repot – repot mempekerjakan engineer untuk menghitung dan merencanakan kalo akhirnya hanya akan direkayasa dengan resiko yang besar????padahal dalam bidang teknik adalah menganut ilmu pasti yang artinya secara teori adalah mendekati kepastian di prakteknya dengan berbagai percobaan oleh para ahlinya…..ayo para mantan mahasiswa yang udah pada kerjajadi engineer  apakah kalian melakukan hal serupa?????he…he….he…

BLACK OUT TOTAL, BLACK OUT SEBAGIAN DAN BLACK START

 

Apa sih black out itu? Kadang orang bertanya – tanya dalam hati….biasanya oirang yang pernah denger kata black out adalah yang pernah membaca berita tentang mati listrik PLN. Yap…black out di negara kita identik dengan mati lampu, dan betul juga penafsiran itu karena ketika terjadi black out lampu dirumah – rumah pasti mati. he…he…he. Akan tetapi menurut pengertian saya yang dulu pernah tanya – tanya ke PLN, black out adalah hilangnya sumber daya listrik, ato bisa juga karena lepasnya koneksi generator atau gardu induk dari sistem jaringan. Bisa black out total seluruh sistem atao sebagian aja…sebenarnya saya juga bingung menjelaskannya antara black out sebagian dan black out seluruh system…tapi coba ane kasih contoh aja….kalo black out total itu contohnya begini …..system jawa bali misalnya, seluruh pembangkit listrik yang ada di sistem jaringan jawa bali lepas koneksi dari system jaringan maupun interkoneksi yang artinya tidak ada setrum di jaringan tersebut…he…he..trus untuk menormalkan kembali di butuhkanlah suatu sistem pembangkit sebagai black start yang mensupply ke pembangkit lain dalam sistem tersebut untuk melakukan persiapan start….perlu dicatat ya, kenapa kok ada namanya sistem pembangkit black start? Kita tahu, suatu PLTU misalnya, ga bisa sekonyong – konyong langsung operasi setelah terjadi black out, PLTU membutuhkan alat bantu untuk memompa air, buka valve , menggerakkan conveyor batubara dan lain sebagainya yang notabene membutuhkan listrik…jadi sebelum beroperasi PLTU membutuhkan listrik dari pembangkit lain. Biasanya sebagai black start adalah generator yang digerakkan mesin diesel yang tidak membutuhkan listrik terlebih dahulu untuk mengoperasikan alat bantu untuk beroperasi ( ada juga lo mesin diesel yang membutuhkan alat bantu sebelum bisa dioperasikan )…jadi contohnya disini kita operasikan mesin diesel yang tidak membutuhkan alat bantu untuk start ( cukup accu atao angin untuk memutar start engine ), kemudian setelah genset beroperasi dan menghasilkan listrik baru mensupply ke PLTU untuk mengoperasikan alat bantu dan persiapan start….selanjutnya untuk penormalan sistem tersebut secara teknisnya operator nya masing – masing yang lebih paham SOP nya. Lha terus kalo yang black out sebagian iku opo kang? Ini maksudnya black out cuma sebagian aja, ga semunya system mati…mungkin misalnya cuma black out di sistem gardu cawang ( yang beberapa bulan kemarin rame beritanya di TV gardu cawang meledak)…..secara system gardu cawang kan masuk ke system jawa bali, trus ketika gardu cawang meledak terjadi black out akan tetapi tidak mempengaruhi system jawa bali, yang black out adalah daerah yang di supply dari system gardu cawang tersebut. Sehingga ga perlu lagi ada pembangkit black start yang beroperasi….kalo gardu cawang tersebut sudah normal dan aman bisa langsung masuk ke system lagi…begitu kira kira pengertian nya black out yang ane simpulkan dari apa yang aku denger….ya kalo ada yang kurang pas, dan mungkin ada orang PLN yang lebih expert mampir di blog ane kan bisa ngasih saran ato koreksi…insya Allah ane langsung update….silakan tuliskan di kolom komentar aja….

ANALISA ASAL – ASALAN MCB DAN FUSE ( SEKRING )

 

Suatu ketika ane berfikir tentang apa sih perbedaan fuse dan MCB? So pasti emang berbeda…dari bentuknya aja berbeda kok..he..he..itu jawaban ane pada saat itu. Ane tanya kesana – kemari ternyata jawabannya ga ada yang memuaskan…rata – rata menjawab kalo sekring putus / trip ga bisa dipakai lagi, kalo MCB masih bisa di ON kan lagi….menurut ane itu ga memuaskan dan kurang ilmiah….pokoknya sampe puyeng aku mikirin itu….sampai akhirnya ane nonton berita di TV menayangkan tentang kebakaran yang katanya diakibatkan oleh short circuit listrik. Ane berfikir, kalo short circuit pastinya sekring putus ataupun MCB pasti bakalan trip kan? Dari analisa bodoh ane yang asal – asalan ini dapat ane tarik kesimpulan begini :

  1. Ketika PLN pasang baru kWh meter yang dipasang adalah MCB sebagai pembatas arus dan ga ada dipasang sekring.
  2. Pemilik rumah biasanya / kebanyakan thanya melanjutkan / menyambung instalasinya tanpa menambah sekring setelah MCB di kWh meter
  3. MCB bekerja berdasarkan pemuaian bi metal ( MCB yang terpasang di rumah – rumah )
  4. Kebanyakan konsumen listrik di Indonesia tidak pernah mempedulikan / memperhatikan / merawat pembatas arus yang terpasang karena ketidak tahuan
  5. PLN sendiri sebagai pemasang MCB di rumah – rumah bersama meternya juga ga pernah mengganti MCB walo umurnya udah puluhan tahun. Kalo ada laporan rusak baru diganti.

Itu 5 point yang ane temukan yang mungkin bisa kita analisa bersama

well….Begini ilustrasinya

  1. Ketika PLN pasang baru kWh meter yang dipasang adalah MCB sebagai pembatas arus dan ga ada dipasang sekring :

    PLN hanya memasang MCB aja kan? Ga disertai sekring kan? Jawabannya adalah betul ….Ok lanjut ke point 2 ya…

  1. Pemilik rumah biasanya / kebanyakan hanya melanjutkan / menyambung instalasinya tanpa menambah sekring setelah MCB di kWh meter :

jawabannya betul juga kan?

  1. MCB bekerja berdasarkan pemuaian bi metal ( MCB yang terpasang di rumah – rumah )

    Jawabannya betul juga kan? Well…dari poin 1,2 dan 3 ane bisa tarik sebuah analisa, MCB mengandalkan prinsip pemuaian bi metal yang mengandalkan proses mekanik sehingga menarik tuas MCB turun ketika terjadi short circuit maupun overload…. apabila terjadi short circuit atao overload trus bi metal memuai tetapi tuas mekanis tidak tertarik turun apa yang terjadi?ya lolos dong proteksinya…he..he..ane sebagai tukang service genset yang ndapuk tukang proteksi pasti berfikir yang terburuk lo…apabila gagal bekerja proteksi MCB tersebut ( walo kemungkinan cacat produksi ato rusak proses distribusi tetap kita perhitungkan ). brarti ada kemungkinan cacat produksi ato pas pendistribusian jatuh sehingga bi metal dan tuasnya meleset kan kita ga tau to?he..he..disinilah perlunya kita tambah sekring setelah MCB utama, untuk antisipasi

  2. Kebanyakan konsumen listrik di Indonesia tidak pernah mempedulikan / memperhatikan / merawat pembatas arus yang terpasang karena ketidak tahuan

    jawabannya betul lagi kan ? Ya itulah orang Indonesia men…kalo perawatannya setelah terpasang jarang yang peduli…tapi kalo beli bisa…pokoke masih bisa nyala listrik di rumah udah ga peduli apa – apa lagi. Padahal ada kemungkinan MCB udah rusak…berapa sering MCB trip, berapa tahun umur MCB , bagaimana ambient temperature MCB tersebut, bagaimana kondisi fisik MCB tersebut akan sangat mempengaruhi kemampuan MCB sebagai proteksi lo. Patut kita akui, saya sendiripun juga jarang sekali menengok yang namanya MCB….apalagi orang kampung tetangga ane yang ga paham tentang dunia persetruman….he..he..ini point penting juga, alangkah baiknya di ambah sekring setelah MCB utama, untuk antisipasi….apabila MCB gagal karena kerusakan ato karena udah berumur maka sekring akan mem back up agar tidak terjadi kegagalan proteksi yang mengakibatkan kerusakan peralatan di rumah atopun kebakaran yang diakibatkan short circuit

  3. PLN sendiri sebagai pemasang MCB di rumah – rumah bersama meternya juga ga pernah mengganti MCB walo umurnya udah puluhan tahun. Kalo ada laporan rusak baru diganti.

    Ini jawabannya betul juga kan? PLN aja ga pernah mengganti MCB yang terpasang dirumah – rumah kok walo umurnya uda berpuluh tahun…padahal secara analogi sederhana…alat yang terpasang cukup lama kan seharusnya ada penggantian untuk antisipasi kemungkinan – kemungkinan terburuk kan? Sapa yang bisa menjamin segitu banyak peralatan akan bekerja dengan normal semuanya setelah umurnya puluhan tahun? Ane ga paham juga berapa umur yang diijinkan beroperasinya alat listrik…yang jelas pasti ada batas umurnya kan? Ini PLN ga ada dana untuk mengganti MCB ato emang ga ada perencanaan penggantian MCB yang sudah berumur ane juga ga paham…untuk antisipasi hal tersebut rasanya ga ada salahnya kita pasang MCB setelah MCB utama dengan ampere yang sama ato dipasang sekring juga boleh.

Dari 5 kesimpulan asal – asalan ane diatas rasanya ane menemukan benang merah….yaitu MCB dan sekring berbeda metode dalam memutus sumberr utama dengan beban ketika terjadi short circuit dan ato overload….sekring mengandalkan patron lebur yang akan langsung putus ( note :ada juga sekring sistem tekan, tapi sementara ini ga kita bicarakan dulu ) ketika ada arus berlebih melewati dirinya sehingga harus langsung diganti, sedangkan MCB mengandalkan pemuaian bi metal dan menarik tuas untuk memutus sumber utama dengan beban, sehingga bisa di ON kan kembali setelah kondisi normal.

Dari karakteristik kedua alat proteksi arus lebih tersebut, ane pilih FUSE/ SEKRING sebagai pengaman yang lebih aman dan tingkat kegagalannya lebih kecil dibanding MCB…lho kok lebih aman gimana to masbro?ya iya tho…lha wong ketika arus melewati dirinya lebih besar dari kapasitasnya, sekring langsung akan putus kok…asal jangan di “ bendeng “ dengan kawat aja si sekring tersebut…he…he. Kalo MCB kan harus nunggu pemuaian dulu kan? Belum lagi narik tuas mekanis kan?kalo tuasnya somplak?kalo bi metalnya nge slek karena sesuatu hal?….pokoke menurut analisa asal – asalan ane sekring lebih safety….patut dipertimbangkan kalo instalasi rumah tangga dipasang sekring setelah MCB utama….untuk antisipasi back up aja lah….sapa tau MCB dirumah kita tidak bekerja dengan semestinya….kita ga mau kan rumah kita kebakaran karena short circuit listrik yang gagal diproteksi? Apa salahnya kita pasang sekring…..lha wong harganya murah jeeee…putus tingga beli ato stok kan juga bisa..he..he…alhamdulilah rumah ane udah ane pasangin sekring setelah MCB utama..he..he…

Jadi kemungkinan kebakaran rumah karena short circuit adalah karena kegagalan proteksi MCB karena hal yang disengaja ( MCB nya dioprek ) atao yang ga sengaja karena cacat produksi, rusak dalam proses distribusi, ato karena umur, atao juga karena terlalu sering trip sehingga bi metalnya lower ato ledeh ato nge slek……semoga ada koreksi kalo ada salah tulis ato salah analisa….maklum…analisa asal – asalan orang berpendidikan rendah..he..he.

TARIF LISTRIK

Beberapa hari yang lalu ane dimintain pertimbangan sama tetangga ane tentang KWH meter prabayar ato yang regular ( yang kuno, masih pake cakram berputar ). Kira – kira enakan mana mas pake yang prabayar ato regular? kebetulan ane pake yang prabayar ya ane jawab enak yang prabayar dong. Kenapa ane bilang enak yang prabayar? Soalnya ga perlu ngantri bayar listrik….itu dulu satu – satunya alasan ane migrasi ke prabayar…..maklum kalo rumah ane ndeso mbayar listrik harus ke kantor desa ato ke kota, ngantri lagi.he..he..he…

Well….kita bahas aja tentang tarif listrik reguler …berikutnya aja kita bahas yang prabayar…

Coba kita liat di peraturan disini Contohnya liat halaman 10….kolom biaya beban (Rp/kVA/bulan ) yang ada tanda bintangnya tuh a.k.a 1300 kVA keatas. Disana cukup jelas tertera kalo

*RM1 = 40(jam nyala) x daya tersambung(kVA) x biaya pemakaian

*RM2 = 40(jam nyala) x daya tersambung(kVA) x biaya pemakaian blok 1

Jam nyala = kWh perbulan dibagi kVA tersambung

blok 1 = 0 – 55 jam nyala = 980

blok 2 = diatas 55 jam nyala = 1380

( Ane ambil contoh itu yang tarif rumah tangga yang berlaku mulai 1 januari sampai 31 maret 2013)

Disana tertera jelas ada yang disebut RM ( rekening minimum) yang artinya apabila jumlah tagihan lebih kecil dari perhitungan rumus diatas maka dikenakan tarif rekening minimal.

Menurut pengertian saya begini : seumpama pemakaian kita 20 kWh, batas daya 1300 VA jadi biaya pemakaian per kWH adalah 833 rupiah….secara hitungan adalah 20 kWh x Rp 833 = Rp 16.660

tetapi kalo kita hitung secara rumus RM1( karena 1300 VA range nya masuk RM1) maka :

RM1 = 40(jam nyala) x daya tersambung(kVA) x biaya pemakaian

RM1 = 40 x 1,3 x 833 = 43.316 jadi menurut perhitungan adalah Rp 43.316

karena hitungan pemakaian lebih kecil dari perhitungan RM1, maka yang dipakai adalah RM1 ( betul ga ya kira kira hitungannya????? semoga ada yang mengoreksi kalo ada salah cara hitungnya…he…he )

Semoga tulisan ane bisa sedikit membuka pikiran pembaca semua yang belum pernah ato malas membaca tabel tarif dasar listrik.he..he…mengkin yang selama ini suudzon dengan PLN karena bayar listriknya kok mahal, padahal pemakaian sedikit ya semoga bisa memahami…..kan dengan tabel tersebut pembaca semua bisa menghitung sendiri berapa harus pemakaian listriknya bayar ….kalo ga sesuai antara perhitungan dengan tagihan ya pembaca semua bisa menanyakan ato bahkan komplain…sekarang jaman demokrasi, ga usah takut lah kalo memang kita bertanya dengan sopan dan jangan membawa demokrasi yang kebablasan aja…asal kita bertanya dengan sopan dan baik, pasti dijawab dengan baik…….asal jangan bertanya dengan marah – marah ya….ingat…orang – orang PLN juga manusia lo….bisa – bisa kita dilaporkan ke polisi dengan tuntutan perbuatan tidak menyenangkan apabila menyampaikan keluhan dengan marah – marah….he…he…he…he