memilih accu atau battrey untuk start engine

Ini ada sedikit review sedikit yang berkaitan dengan dunia otomotif. Ketika kita memilih accu untuk starter engine kita. Kita sering heran, kenapa accu yang kita pasang di motor kita cepet sekali drop, padahal kapasitas nya ( AH ) sama dengan accu yang lama lho…..daripada bertanya – tanya lebih baik simak yang dibawah ini

Beberapa hari yang lalu saya sempet ngobrol – ngobrol sama seorang instruktur di bidang listrik yang saya rasa ilmunya cukup mumpuni. Aku sebagai tukang listrik sangat senang diberi sedikit pengetahuan tentang pemilihan accu yang tepat. Ketika itu saya tanya jawab sama suhu listrik, Begini tanya jawabnya:

Suhu : Kamu tau ga cara memilih accu yang baik dan benar pa belum?

Saya : Aku jawab sudah suhu…..dengan lantang.

Suhu : bagaimana caranya?

Saya : pilih tegangannya sesuai dengan peralatan yang akan digunakan, pilih kapasitas accu sesuai dengan peralatan yang akan kita pake juga. Istilah orang awamnya AH nya lah….

Suhu : Benar tapi kurang itu…..

Saya : Kurang bagaimana pak?

Suhu : Ada satu yang selama ini banyak orang yang tidak tahu, yaitu CCA ( cold cranking ampere )

Kemudian suhu menjelaskan tentang CCA tersebut. Dia bilang CCA adalah pengukuran ampere accu lead-acid 12 Volt pada suhu 0 ° F atau sekitar – 18 ° celcius selama 30 detik dan tidak drop sampai 7,2 Volt . Semakin tinggi nilai CCA, maka accu akan semakin baik untuk start engine. Dan tentunya semakin mahal harganya walopun AH ( kapasitasnya ) lebih kecil. Dari sekelumit pembicaraan dengan suhu tersebut saya bisa menangkap maksud nya, yaitu accu yang CCA nya besar akan semakin mahal….he…he. Tapi bukan mahalnya yang menjadi fokus pandangan saya sebagai seorang mekanik, akan tetapi pada spek teknis dan kegunaan.

Jadi, singkatnya adalah ketika kita memilih accu ketika mengganti accu untuk start engine ( motor, mobil, kereta api, pesawat terbang, genset ) sebaiknya CCA ini diperhatikan. Karena pada waktu start engine inilah battrey mengeluarkan daya yang cukup besar melampaui kapasitasnya secara tiba – tiba. Disini pengaruh CCA sangat besar, karena apabila CCA accu terlalu kecil, maka ketika start engine accu akan sangat cepat terkuras kapasitasnya dan drop dibawah 7,2 Volt dan seolah – olah tidak mampu untuk start engine padahal accu tersebut secara kapasitas ( AH ) sama atau lebih besar dibanding accu yang yang lama. Selain itu CCA yang lebih kecil juga akan lebih cepat membuat accu cepat rusak atau drop atau bahkan meledak….yah…bisa dicoba lah kalo ada yang ga percaya.he..he. Ya… secara harga memang accu yang punya CCA besar lebih mahal, tetapi life time akan lebih lama……Janganlah memilih accu karena harganya murah dan karena ber merk terkenal saja, tetapi lihat spec nya juga ya. Jangan sampai accu motor atau mobil sampean cepet drop trus yang disalahkan produsen, coba instropeksi diri lah. Dengan sedikit ilmu ini, semoga kita tidak cepat suudzon / berprasangka buruk. a..ami…iin

Trus bagaimana kita bisa mengetahui CCA accu tersebut? setahu saya di body accu yang ada di Indonesia tidak dituliskan CCA nya ( cmiiw ). tapi kita kan hidup di jaman dengan internet yang mudah diakses, kita bisa meng akses situs pabrikan accu tersebut dan mendownload manual book atau data sheet nya. Disitu seharusnya ada data yang menyebutkan CCA ini. Sebagai contoh www.yuasabatteries.com/pdfs/2011_yuasa_apps_specs.pdf situsnya yuasa, mungkin kalau accu pilihan anda GS bisa cari di situsnya …selamat memilih accu yang baik dan benar dan semoga awet

4 thoughts on “memilih accu atau battrey untuk start engine

  1. harto

    ane pernah pake yuasa di motor, ukuran std motor ane lah, kayanya aki yuasa sekarang lebih cepet rusak, gatau apa akinya yg salah atau motornya yg tuwir, kata orang toko pun juga gitu. kalo gs gatau deh, kayanya sama, ahirnya ane pilih merk cina, jauh lebih murah sih, tapi umurnya 1/2 dari yuasa untung ada garansinya. (itung-itung sama aja ama yuasa dan gs) bahkan yuasa dan gs pun gak ada garansinya.

    Reply
    1. saptodiharjo Post author

      gini mas…maap ya coba ane jawab tanpa menyebut merk tertentu….misa produk A menyatakan cca 200 di data sheetnya…trus kemudian batrey tersebut ga awet, anggeplah cuma 1 tahun rusak.padahal cuma untuk start engine mobil yang secara spek mampu lah diakomodir sama batrey tersebut…trus kita mau lapor/ngadu kemana?yang kita laporkan apanya?disini pinternya pabrikan, pabri merk A tersebut ga pernah menyebut produknya tahan sekian tahun lo…he…he cuma ada garansi sekian bulan. akan tetapi secara logis kita harus akui, suatu produk accu merk apapun lifetime nya tergantung dari perlakuan kita sebagai user yang ga mungkin dipantau oleh pabrik pembuatnya…misalnya ambient temperature accu tersebut, cara memperlakukan accu tersebut ( start mesin tanpa ada jeda antara start pertama dan start berikutnya kalo gagal start misalnya), air accu yang kurang ( untuk accu basah ), terminal accu yang kotor dan berkerak, recharge yang tidak memenuhi standart, overcharg apa lagi ya?itu cuma misalnya lo…kayaknya pabrik accu tersebut ga akan memberikan jaminan life time deh karena mereka menyadari faktor – faktor tersebut yang ga mungkin di handle oleh pabrikan setelah produknya keluar pabrik….trima kasih telah berkunjung

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s