KUALITAS LISTRIK

LISTRIK

Sepengetahuan saya sebagai konsumen listrik di Indonesia kualitas listrik di Indonesia ditentukan oleh tegangan, frekwensi, lama padam dalam dan frekwensi / keseringan padam nya.

Untuk frekwensi / keseringan padam dan lama padam gampang menjadi sorotan masyarakat maupun anggota dewan, dan pasti akan menjadi berita besar di media masa apabila terjadi di kota – kota besar. Ya iyalah…..efeknya terasa banget dan sangat kentara brooooo….bayangin aja hidup tanpa listrik….mati lampu sebentar aja kita bingung….he…he…..apalagi sering, sehari bisa beberapa kali…..bisa stresssss

welll….kita ga bicara soal mati lampu ato pemadaman karena sudah banyak yang bahas di media massa, tapi kita bicara soal kualitas listrik secara teknis yaitu frekwensi dan tegangannya. Setau saya tegangan listrik di rumah – rumah yang 1 phasa adalah 220 Volt dan +5% dan – 10 % maksimal toleransinya. Sedangkan frekwensinya adalah 50 hz dan toleransinya kalo ga salah 49,5 hz sampai 50,5 hz. Inilah yang sering kita abaikan ato bahkan orang ga tau dan pihak yang terkait pun kayaknya acuh tak acuh dengan kualitas tegangan dan frekwensi listrik tersebut. Ini kejadian nyata dirumah saya, ketika itu saya merasa lampu di rumah kok redup sekali. Saya ambil avo meter dan saya ukur tegangannya….waladalah ternyata cuma 190 V ( sayang ga saya foto hasil pengulkurannya ). Kemudian aku telpon dinas terkait….ga lama mereka datang ( wah responsif sekali petugasnya he…he ). Akan tetapi petugas tersebut cuma menanyakan aja data – data termasuk alamat rumah tapi mereka ga sempet ngukur tegangan di rumah saya tanpa melakukan perbaikan ato apalah…langsung ngloyor aja pergi dan besoknya saya mendapat SMS dari pihak terkait yang isinya bahwa petugas sudah datang datang dan sudah diperbaiki…..ya saya khusnudon aja…..mungkin yang gangguan di jaringan dan sudah diperbaiki….

Waladah…….malemnya saya ukur tegangan kok masih 190 V juga ya….terus saya harus lapor kemana kalo sudah begini? Masak saya harus lapor pak menteri, pak SBY ato lapor pak Tarno aja biar di sulap….ha..ha? Apa gak lucu…..akhirnya saya biarkan saja…saya sebagai wong cilik ga bisa berbuat banyak, saya terima aja nasib mendapatkan tegangan 190 Volt….hik..hik…hik…kalo saya punya wewenang perbaiki, pasti saya suruh temen – temen saya yang jago panjat tiang untuk perbaiki…ha..ha…paling juga tap konektor yg ngefong ato jumlah tarikan overspaning terlalu banyak….kerjaan sepele sih…tapi harus ada wewenang untuk kerjakan itu…..salah – salah kalo saya yang naik tiang dituduh  mencuri listrik….bisa dipenjara ane…ha…ha…kata para lawyer di salah satu acara TV tegakkan kebenaran dengan cara yang benar…..jadinya saya ga mau perbaiki sendiri karena ga punya wewenang…..lha wong cuma lulusan STM kerja serabutan aja mau jadi sok pahlawan….he…he..he

saya yakin, bukan cuma saya aja yang merasakan begini, masih banyak orang yang mengalami begini tapi tidak tahu ato malah ga mau tahu…terus pihak yang terkait kayaknya juga ga peduli tuh kalo cuma masalah tegangan drop begini

Padahal secara teori listrik ( kebetulan ane sempet makan bangku sekolahan jurusan STM listrik ha..ha..ha STM aja bangga) kalo daya dengan satuan watt itu didapat dari perkalian arus dan daya serta cos phi….

P = V*I*cos phi ………….

saya jelas sangat dirugikan dong….apa kerugian kita sebagai konsumen?

  1. Lampu nyala kurang terang
  2. Kemungkinan alat listrik bisa rusak
  3. Karena arus yang naik MCB lebih cepat trip padahal daya yang kita pake masih sedikit/belum sampai batas yang ditentukan

Trus kemungkinan besar akan terjadi loosis yang sangat besar di sisi pembangkitan karena arus yang dibutuhkan untuk menghidupkan suatu peralatan listrik lebih besar karena tegangan yang turun tersebut

Begini…kalo P=watt…trus V=volt dan I = Ampere dan cos phi kita abaikan misalnya

jadi P=V*I…..kalo kita anggap P = tetap karena kebutuhan daya suatu peralatan listrik tetap dan apabila V atau tegangan nya turun berarti I nya naek dong…….ya kan?kalo mungkin ada temen – temen bisa menambahkan ato membenarkan ato mengoreksi tulisan saya….saya sangat berterima kasih…apalagi disertakan teori yang lebih baiik…akan saya terima dengan senang hati….maklum lulusan STM…tulisan nya belepotan…he…he

Sengaja saya ga tulis instansi apa ato perusahaan apa karena prinsip kehati – hatian saya….takut dituntut pencemaran nama baik seperti prita mulyasari, bisa dipenjara saya…he..he. Tapi yang pasti, DEMI ALLAH cerita diatas benar….selanjutnya akan ada saya tulis lagi artikel tentang Tap connector ngefong / antara nyambung dan ga nyambung

6 thoughts on “KUALITAS LISTRIK

    1. saptodiharjo Post author

      lapor uda mas bos…waduh…kita ga sebut merk,ato nama perusahaan…ha…ha…takut kesandung kasus seperti prita mulyasari…ha…ha…tapi whateverlah…kalo sampe tulisan saya dikasuskan ya sebisa mungkin kita lawan…selama masih ada Tuhan,why not….lha wong namanya wong cilik…bisanya cuma berdoa,lapor n nulis

      Reply
  1. Pingback: TAP KONEKTOR NGEFONG????? « saptodiharjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s