ANALISA ASAL – ASALAN MCB DAN FUSE ( SEKRING )

 

Suatu ketika ane berfikir tentang apa sih perbedaan fuse dan MCB? So pasti emang berbeda…dari bentuknya aja berbeda kok..he..he..itu jawaban ane pada saat itu. Ane tanya kesana – kemari ternyata jawabannya ga ada yang memuaskan…rata – rata menjawab kalo sekring putus / trip ga bisa dipakai lagi, kalo MCB masih bisa di ON kan lagi….menurut ane itu ga memuaskan dan kurang ilmiah….pokoknya sampe puyeng aku mikirin itu….sampai akhirnya ane nonton berita di TV menayangkan tentang kebakaran yang katanya diakibatkan oleh short circuit listrik. Ane berfikir, kalo short circuit pastinya sekring putus ataupun MCB pasti bakalan trip kan? Dari analisa bodoh ane yang asal – asalan ini dapat ane tarik kesimpulan begini :

  1. Ketika PLN pasang baru kWh meter yang dipasang adalah MCB sebagai pembatas arus dan ga ada dipasang sekring.
  2. Pemilik rumah biasanya / kebanyakan thanya melanjutkan / menyambung instalasinya tanpa menambah sekring setelah MCB di kWh meter
  3. MCB bekerja berdasarkan pemuaian bi metal ( MCB yang terpasang di rumah – rumah )
  4. Kebanyakan konsumen listrik di Indonesia tidak pernah mempedulikan / memperhatikan / merawat pembatas arus yang terpasang karena ketidak tahuan
  5. PLN sendiri sebagai pemasang MCB di rumah – rumah bersama meternya juga ga pernah mengganti MCB walo umurnya udah puluhan tahun. Kalo ada laporan rusak baru diganti.

Itu 5 point yang ane temukan yang mungkin bisa kita analisa bersama

well….Begini ilustrasinya

  1. Ketika PLN pasang baru kWh meter yang dipasang adalah MCB sebagai pembatas arus dan ga ada dipasang sekring :

    PLN hanya memasang MCB aja kan? Ga disertai sekring kan? Jawabannya adalah betul ….Ok lanjut ke point 2 ya…

  1. Pemilik rumah biasanya / kebanyakan hanya melanjutkan / menyambung instalasinya tanpa menambah sekring setelah MCB di kWh meter :

jawabannya betul juga kan?

  1. MCB bekerja berdasarkan pemuaian bi metal ( MCB yang terpasang di rumah – rumah )

    Jawabannya betul juga kan? Well…dari poin 1,2 dan 3 ane bisa tarik sebuah analisa, MCB mengandalkan prinsip pemuaian bi metal yang mengandalkan proses mekanik sehingga menarik tuas MCB turun ketika terjadi short circuit maupun overload…. apabila terjadi short circuit atao overload trus bi metal memuai tetapi tuas mekanis tidak tertarik turun apa yang terjadi?ya lolos dong proteksinya…he..he..ane sebagai tukang service genset yang ndapuk tukang proteksi pasti berfikir yang terburuk lo…apabila gagal bekerja proteksi MCB tersebut ( walo kemungkinan cacat produksi ato rusak proses distribusi tetap kita perhitungkan ). brarti ada kemungkinan cacat produksi ato pas pendistribusian jatuh sehingga bi metal dan tuasnya meleset kan kita ga tau to?he..he..disinilah perlunya kita tambah sekring setelah MCB utama, untuk antisipasi

  2. Kebanyakan konsumen listrik di Indonesia tidak pernah mempedulikan / memperhatikan / merawat pembatas arus yang terpasang karena ketidak tahuan

    jawabannya betul lagi kan ? Ya itulah orang Indonesia men…kalo perawatannya setelah terpasang jarang yang peduli…tapi kalo beli bisa…pokoke masih bisa nyala listrik di rumah udah ga peduli apa – apa lagi. Padahal ada kemungkinan MCB udah rusak…berapa sering MCB trip, berapa tahun umur MCB , bagaimana ambient temperature MCB tersebut, bagaimana kondisi fisik MCB tersebut akan sangat mempengaruhi kemampuan MCB sebagai proteksi lo. Patut kita akui, saya sendiripun juga jarang sekali menengok yang namanya MCB….apalagi orang kampung tetangga ane yang ga paham tentang dunia persetruman….he..he..ini point penting juga, alangkah baiknya di ambah sekring setelah MCB utama, untuk antisipasi….apabila MCB gagal karena kerusakan ato karena udah berumur maka sekring akan mem back up agar tidak terjadi kegagalan proteksi yang mengakibatkan kerusakan peralatan di rumah atopun kebakaran yang diakibatkan short circuit

  3. PLN sendiri sebagai pemasang MCB di rumah – rumah bersama meternya juga ga pernah mengganti MCB walo umurnya udah puluhan tahun. Kalo ada laporan rusak baru diganti.

    Ini jawabannya betul juga kan? PLN aja ga pernah mengganti MCB yang terpasang dirumah – rumah kok walo umurnya uda berpuluh tahun…padahal secara analogi sederhana…alat yang terpasang cukup lama kan seharusnya ada penggantian untuk antisipasi kemungkinan – kemungkinan terburuk kan? Sapa yang bisa menjamin segitu banyak peralatan akan bekerja dengan normal semuanya setelah umurnya puluhan tahun? Ane ga paham juga berapa umur yang diijinkan beroperasinya alat listrik…yang jelas pasti ada batas umurnya kan? Ini PLN ga ada dana untuk mengganti MCB ato emang ga ada perencanaan penggantian MCB yang sudah berumur ane juga ga paham…untuk antisipasi hal tersebut rasanya ga ada salahnya kita pasang MCB setelah MCB utama dengan ampere yang sama ato dipasang sekring juga boleh.

Dari 5 kesimpulan asal – asalan ane diatas rasanya ane menemukan benang merah….yaitu MCB dan sekring berbeda metode dalam memutus sumberr utama dengan beban ketika terjadi short circuit dan ato overload….sekring mengandalkan patron lebur yang akan langsung putus ( note :ada juga sekring sistem tekan, tapi sementara ini ga kita bicarakan dulu ) ketika ada arus berlebih melewati dirinya sehingga harus langsung diganti, sedangkan MCB mengandalkan pemuaian bi metal dan menarik tuas untuk memutus sumber utama dengan beban, sehingga bisa di ON kan kembali setelah kondisi normal.

Dari karakteristik kedua alat proteksi arus lebih tersebut, ane pilih FUSE/ SEKRING sebagai pengaman yang lebih aman dan tingkat kegagalannya lebih kecil dibanding MCB…lho kok lebih aman gimana to masbro?ya iya tho…lha wong ketika arus melewati dirinya lebih besar dari kapasitasnya, sekring langsung akan putus kok…asal jangan di “ bendeng “ dengan kawat aja si sekring tersebut…he…he. Kalo MCB kan harus nunggu pemuaian dulu kan? Belum lagi narik tuas mekanis kan?kalo tuasnya somplak?kalo bi metalnya nge slek karena sesuatu hal?….pokoke menurut analisa asal – asalan ane sekring lebih safety….patut dipertimbangkan kalo instalasi rumah tangga dipasang sekring setelah MCB utama….untuk antisipasi back up aja lah….sapa tau MCB dirumah kita tidak bekerja dengan semestinya….kita ga mau kan rumah kita kebakaran karena short circuit listrik yang gagal diproteksi? Apa salahnya kita pasang sekring…..lha wong harganya murah jeeee…putus tingga beli ato stok kan juga bisa..he..he…alhamdulilah rumah ane udah ane pasangin sekring setelah MCB utama..he..he…

Jadi kemungkinan kebakaran rumah karena short circuit adalah karena kegagalan proteksi MCB karena hal yang disengaja ( MCB nya dioprek ) atao yang ga sengaja karena cacat produksi, rusak dalam proses distribusi, ato karena umur, atao juga karena terlalu sering trip sehingga bi metalnya lower ato ledeh ato nge slek……semoga ada koreksi kalo ada salah tulis ato salah analisa….maklum…analisa asal – asalan orang berpendidikan rendah..he..he.

2 thoughts on “ANALISA ASAL – ASALAN MCB DAN FUSE ( SEKRING )

  1. farid

    maaf mas,bukanya membela PLN…
    tapi setau saya pada instalasi listrik rumah tangga terpasang PHB (yang didalamnya ada sekering) dan itu dipasang oleh PLN.warnanya hitam.

    Reply
    1. saptodiharjo Post author

      Ooooalah gtu to???stiap pasang baru dikasi box sekring???tp taun 2011 kmrin aku psang baru kok ga dikasi sekring ya???jng2 dikurupsi??he..he..cb ntar ane tanya sma temen yg di pln dimana box sekring ane..thank dah mampir

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s