Fenomena lunturnya idealisme mahasiswa ketika memasuki dunia kerja

Well…seperti judul diatas kayaknya uda jamak terjadi lunturnya idealisme mahasiswa ketika sudah didunia kerja….seperti kita tahu bahwa mahasiswa itu idealismenya sangat tinggi ketika masih duduk di bangku kuliah ( walo ane ga penah makan bangku kuliahan…sok-sok tau ajalah…ha…ha ). waktu masih kuliah semua yang dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahannya harus se ilmiah mungkin dan sebisa mungkin mendekati teori yang ada, ketika ada yang melenceng dari teori pasti ditentang habis – habisan…istilahe wong jowo wani bacokan..ha..ha..tetapi ini akan berbalik 180 derajat ketika bekerja…mereka begitu manut dan nurut apa kata atasan ato bos walo ga sesuai dengan teory yang mereka dapat di bangku kuliah. Ini kenapa????fenomena unik macam ini banyak terjadi lo di dunia kerja…. ini ane ambil contoh dibidang teknik aja lah…kebetulan ini kejadian nyata di bidang teknik soalnya…..begini ilustrasinya

Di suatu perusahaan persewaan dan perawatan mobil, Suatu ketika seorang enginer lulusan sarjana teknik mesin disuruh atasannya agar mobil bensin 4 langkah yang ada di workshop agar dilakukan percobaan dikasih bensin campur oli seperti layaknya mesin 2 tak. Alasannya dia mendapat perintah dari seorang pemilik modal perusahaan ini agar mesin mobilnya lebih dingin sehingga hemat bahan bakar. Padahal menurut ane yang ga pernah makan bangku kuliah, kalo motor 4 tak dikasih bensin campur oli akan mengakibatkan kerak yang tebal di ruang bakar karena pembakaran tidak sempurna yang pada akhirnya akan merusak ring seker dan lama – lama bisa macet sekernya, belum lagi sitting klep akan terganjal sama kerak dan kompresi bocor. Belum lagi masalah lingkungan hidup, kan asapnya motor 2 tak begitu tebal n ga lolos uji emisi…lha trus gimana sikap si enginer tersebut????mesin 4 tak di tambah oli di bensinnya layaknya mesin 2 tak???? lha lucunya tanpa ada pertanyaan secara teoritis ato argumen berdasarkan teory si enginer tersebut melaksanakan aja perintah bosnya ini….padahal dia tahu kalo mesin 4 tak ga boleh ditambah oli pada bahan bakarnya dan jelas menyalahi teory yang dia dapat di sekolah dulu, kecuali teorinya udah diganti ato ada treatment khusus tingkat tinggi pada BBM campur oli tersebut…..kemudian ane tanya si enginer tersebut….kok nggak bantah ato berargumen sesuai dengan ilmu yang sampean dapat to kang???? si engineer jawab nya enteng aja “ ketimbang ane dipecat sama bos kang, bisa ga makan anak istriku” repot urusan duit, dapur n perut kang.

Dari ilustrasi diatas ane cukup mengerti apa yang dirasakan sama enginer tetangga ane tersebut….ketika masih sekolah harus idealis karena ga ada yang mecat kalo memang sesuai dengan teory, malah bisa – bisa nilai tambah bagus kalo bisa mempertahankan argumen sesuai dengan teory….lha terus kalo di dunia kerja mau mempertahankan argumen begitu ya bisa – bisa dipecat ato seenggaknya dipindah tempat yang jauh dari rumah ato turun jabatan..ha..ha…lha musuhe atasan n pemilik modal jeeeee….eeee..ha..ha. Walo akhirnya argumennya benarpun biasanya sekelas enginer ga berani menentang atasan ato pemilik modal. Masa demi idealisme mengorbankan pekerjaan…ha..ha..mustajab eh …mustahil bro…ngaplo bin ndoweh anak bojone ga mangan…he..he

fenomena seperti ini lah yang yang ane maksud itu, ga cuma dibidang teknik doank…di bidang apasaja kayaknya ane liat begitu juga. Cuma ane ga bisa menceritakan karena ga ada contoh ato cerita yang langsung ane dengar…kemana idealisme kalian hai para mantan mahasiswa yang sudah masuk ke dunia kerja??????? matikah idealisme kalian???? untung ane ga pernah makan bagku kuliahan dan ga punya atasan ya enjoy aja….terserah ane…masih gampang ngurusi genset rusak ketimbang ngurusi masalah sosial seperti kasus diatas….urusannya duit dan dapur ngebul jeeee….eee..susah.

Jadi intinya ga perlu idealisme ketika menghadapi bos????? kalo menurut ane harus dipertahankan idealisme yang benar, kalo bukan kalian mantan mahasiswa yang mengerti teori yang benar…siapa lagi yang akan menegakkan idealisme???? masak ane tukang service genset ini yang mau berargumen tentang teory….ha…ha…ha…yo diguyu menthok sak minthine kang….pokoe intinya buruh ga bisa lawan mandhor atopun bos…ga ilok kata mbah – mbah…apes nasibmu le.ha..ha…monggo kalo ada cerita serupa ato argumen bisa di share di kolom komentar jangan malu-malu….

update :

Ada lagi cerita dibidang teknik listrik…..Suatu ketika seorang engineer listrik disuruh menghitung rekapitulasi instalasi listrik suatu gedung….ketemu suatu hitungan bahwa pemakaian daya sekian kilo Watt harus menggunakan standart kabel tembaga ukuran minimal 6 mm….karena sama alasaan keuntungan perusahaan mepet kalo menggunakan kabel tembaga 6 mm, maka disuruhlah si engineer merubah data yang ada sehingga ditemukan ukuran 4 mm…dengan sedikit argument bahwa ga mungkin semua peralatan menyala bersamaan….sehingga 4 mm aja cukup…..mau ga mau si engineer menuruti apa kata bosnya….padahal kalo sampe peralatan menyala semua apa ga panas dan akhirnya menyebabkan konslet?????

kasus diatas sangat lumrah terjadi di sekitar kita….ini fenomena uang mengalahkan idealisme……untung rumah ane instalasinya ane pasang sendiri dengan memperhitungkan kaidah ilmu kelistrikan yang pernah ane dapat di STM dulu…..kalo kejadiannya begitu, ngapain repot – repot mempekerjakan engineer untuk menghitung dan merencanakan kalo akhirnya hanya akan direkayasa dengan resiko yang besar????padahal dalam bidang teknik adalah menganut ilmu pasti yang artinya secara teori adalah mendekati kepastian di prakteknya dengan berbagai percobaan oleh para ahlinya…..ayo para mantan mahasiswa yang udah pada kerjajadi engineer  apakah kalian melakukan hal serupa?????he…he….he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s